Senin, 18 Januari 2016

Pengajuan Proposal PI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
                Perkembangan dunia computer sudah begitu pesat. Sehingga dalam berbagai proses kegiatan selalu dijumpai keberadaannya. Komputer dapat dipakai unuk membantu orang-orang dalam memecahkan masalah. Semakin cerdas system itu semakin ditingkatkan level penanganan informasinya, maka semakin aktif peranan yang dimainkan oleh computer. Dewasa ini terjadinya peningkatan minat menggunakan computer untuk kecerdasan buatan.

                Perkembangan computer saat ini diakui telah banyak membantu manusia dalam menyelesaikan masalah di berbagai bidang mulai dari militer, pemerintahan, bahkan pendidikan, pun membutuhkan computer sebagai alat bantunya. Dalam dunia pendidikan, computer bukan hanya dijadikan alat hitung atau penyebar informasi saja, tetapi juga dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran.

                Pesatnya perkembangan computer dalam dunia perusahaan pada saat ini harus di imbangkan dengan program aplikasi yang sangat canggih. Karena pada umumnya system yang berjalan pada dunia perkantoran saat ini tidak terkompterisasi sehingga cara kerja pegawai sangat lama apabila pekerjaan dikantor menumpuk padat. Dengan dibuatnya aplikasi pemanggilan program (call application) dapat meringankan kerja pegawai dan tidak membuang waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaannya.

                Pada penulisan ilmiah ini penulis mengambil judul “Aplikasi Pemanggilan Program (Call Application) dengan menggunakan visual basic.net 2005”. Dengan kemudahan yang ada pada call application ini semua pekerjaan akan sedikit terbantu khususnya untuk memanggil aplikasi.

1.2 RUANG  LINGKUP
                Dalam penulisan ilmiah ini, penulis hanya membatasi masalah tentang pembuatan program aplikasi yang memberikan kemudahan dalam membuka suatu aplikasi yang ada pada computer diantaranya aplikasi Microsoft Office Excel, Winamp dan masih banyak lagi. Pada proses pembuatan aplikasi pemanggilan program (call application) penulis membuat sebuah aplikasi yang sederhana untuk memanggil aplikasi lain yang diinginkan, penulisan ilmiah ini tidak di buat berbasis web atau database karena aplikasi ini mirip seperti fungsi Run yang dimiliki oleh windows. Dapat dilihat pada tampilannya dalam bentuk gambar, dan teks dengan menggunakan Visual Basic Net 2005 yang disertai dengan petunjuk kegunaan aplikasi tersebut. Aplikasi ini hanya bias memanggil aplikasi yang ber ekstension “exe”.

1.3 TUJUAN PENULISAN
                Tujuan penulisan ilmiah ini adalah membuat aplikasi pemanggilan program (call application) penulisan berharap supaya orang yang bekerja di perkantoran dapat dipermudah untuk membuka suatu aplikasi yang dibutuhkan dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencari aplikasi yang dibutuhkan.

1.4 METODE PENULISAN
                Dalam penulisan ini, penulis mencari data tentang suatu aplikasi apa saja yang sering dibuka oleh para pegawai kantor tersebut, dengan berkunjung ke kantor tersebut. Untuk membuat aplikasi call ini, Penulis melakukan beberapa tahapan agar aplikasi ini bias menjadi sempurna.
                Pertama-tama penulis melakukan perencanaan dengan melakukan pengamatan terhadap aplikasi yang biasa digunakan dikantor dengan cara Tanya jawab kepada satu atau dua pegawai, sebagai perwakilan pegawai yang bekerja dikantor tersebut supaya tidak menyita waktu kerja pegawai, supaya penulis memperoleh gambaran tentang aplikasi kantor yang digunakan. Kedua untuk membuat konsep call aplikasi yang akan dibuat, penulis melakukan pengambilan data dengan cara wawancara kepada pegawai-pegawai yang bekerja disetiap perusahaan, ketiga penulis merancang bentuk tampilan aplikasi dan struktur navigasi hierarki(bercabang). Keempat untuk membuat rancangan tampilan desain secara detail maka penulis membuat aplikasi dengan menggunakan visual basic.net 2005, alas an penulis membuat aplikasi ini dengan viual basic.net 2005 yaitu karena aplikasi yang penulis buat ini hanya digunakan untuk memanggil aplikasi yang berekstension kan “exe” dan tidak berbasis web atau database. Kelima menyusun data berupa teks, gambar yang akan ditampilkan pada aplikasi call.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
                Tulisan ini terdiri dari 4 (empat) bab yang bertujuan untuk mempermudah dalam menyusun, mengolah, menyebarkan dan merangkaikan data yang diperoleh sehingga dapat disajikan dengan baik dan benar.
BAB I     :       Bab ini berupa pendahuluan yang mencakup, Latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisan.
BAB II    :       Bab ini sebagai landasan teori, yang memuat sekilas tentang Visual Basic, teori tentang system, dan Normalsasi.
BAB III   :       Bab ini berupa perancangan system dan di desain tampilan yang menjelaskan perbedaan antara system yang sedang berjalan dengan system yang akan dibuat.

BAB IV  :       Bab ini merupakan akhir dari penulisan ilmiah yang berisi kesimpulan tentang materi yang disajikan serta saran-saran untuk pengembangan aplikasi.

Annisa Mutia
11113140
3KA11

Minggu, 03 Januari 2016

Tata Cara Penulisan Ilmiah

TATA CARA PENULISAN ILMIAH

                Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.

MACAM MACAM KARYA ILMIAH

Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
MAKALAH
Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
SKRIPSI
Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
TESIS
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
DISERTASI
Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
ARTIKEL
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66).  Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).
Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau “karkhas” (Pranata 2002: 120).
Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
ESAI
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
OPINI
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.
FIKSI
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.
SISTEMATIKA PENULISAN ILMIAH
1. Pembuka Laporan Penelitian

Pada bagian pembuka ini, sebuah laporan penelitian sekurang-kurangnya harus memuat, yaitu:
Halaman judul, halaman ini mencantumkan judul atau nama kegiatan penelitian yang sedang Anda kerjakan, logo atau simbol seperlunya apabila Anda rasa perlu dan biasanya, tanggal penulisan laporan penelitian.
Lembar pengesahan, pada lembar ini dicantumkan pengesahan-pengesahan oleh beberapa orang atau institusi yang dianggap penting dan perlu untuk dimasukkan.
Kata pengantar, pada laman ini Anda dapat menuliskan kata pengantar Anda selaku penulis dari laporan penelitian. Kata pengantar dapat berupa ucapan-ucapan terima kasih kepada semua orang atau pihak yang telah membantu terselesaikan laporan penelitian Anda tersebut. Dan dapat juga ucapan maaf apabila terdapat kesalahan di dalamnya.
Daftar isi, daftar ini memuat segala konten yang terdapat dalam laporan penelitian Anda, yang memudahkan pembaca Anda untuk memahami isi dari laporan Anda nantinya.
Dafar lampiran, berisi daftar-daftar lampiran yang dirasa perlu untuk menunjang kesahihan laporan penelitian Anda.

2. Bagian Isi Laporan Penelitian
Latar belakang masalah, pada bagian tuliskan latar belakang Anda sehingga mencoba untuk melakukan penelitian tersebut. Gunakan kalimat seefisien dan sejelas mungkin agar pembaca mengerti.
Rumusan masalah, merupakan perumusan atas permasalahan yang tengah Anda tawarkan sebagai dasar dari penelitian.
Tujuan penelitian, merupakan tujuan yang diharapkan dari penelitian tersebut. Jabarkan seluruh tujuan yang memang telah Anda harapkan akan terwujud dengan adanya penelitian tersebut.
Manfaat penelitian, merupakan manfaat-manfaat apa saja yang mungkin dihasilkan dengan adanya penelitian ini.

3. Kajian Teori atau Tinjauan Kepustakaan Laporan Penelitian

Bagian kajian teori atau kepustakaan ini berisi setidaknya beberapa hal berikut, yakni:
Pembahasan teori, merupakan pembahasan teori yang dipergunakan selama melakukan penelitian. Gunakan pembahasan menarik dan efektif agar pembaca tertarik untuk terus melanjutkan membaca laporan penelitian tersebut.
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan, merupakan kerangka-kerangkan pemikiran yang dipergunakan dalam penelitian secara runtut dan jelas.
Pengajuan hipotesis, merupakan pengajuan hipotesis perihal permasalahan yang telah ditentukan. Pergunakan sumber-sumber sevalid mungkin supaya hipotesis dapat dipertanggungjawabkan apabila ada pertanyaan dari pembaca laporan penelitian Anda nantinya

4. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitan memuat banyak hal penting yang dipergunakan dalam penelitian baik berupa waktu dan tempat penelitian, metode dan rancangan penelitian, populasi dan sampel yang dipergunakan dalam pencarian data penelitian, instrumen penelitian serta pengumpulan data dan analisis data.

5. Hasil Penelitian

Pada bagian hasil penelitian, dapat memuat beberapa konten berikut yang pada umumnya terdapat pada laporan hasil penelitian, yakni jabaran hasil penelitian, pengajuan hipotesis yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya, serta diskusi penelitian (yang nantinya akan berupa pengungkapan pandangan teoritis tentang hasil-hasil yang didapat).

6. Kesimpulan dan Saran

Pada bagian kesimpulan dan saran memuat kesimpulan yang didapatkan dari penelitian tersebut. Paparkan hasil penelitian selugas mungkin dan pastikan segala sesuatunya telah dijabarkan. Bagian ini juga memuat saran-saran dari pembaca apabila mendapati beberapa bagian yang masih kurang tepat untuk kesempurnaan laporan penelitian Anda.

7. Bagian Penunjang Penelitian

Pada bagian terakhir ini dicantumkan daftar pustaka berupa sumber-sumber yang digunakan sepanjang penelitian berlangsung, baik dari buku bacaan maupun dari sumber digital.

CARA PENULISAN ILMIAH

1. Judul

Ditulis sesuai dengan cover depan Tulisan Ilmiah Standar Universitas

2. Lembar pengesahan

Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan pembimbing, Kasubag PI, serta Ketua Jurusan sesuai dengan jurusan masing-masing

3. Abstrak

Berisi ringkasan dari tulisan, maksimal 1 halaman saja, dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris

4. Kata Pengantar

Berisikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian tulisan ilmiah, yakni: rektor, dekan, ketua jurusan, kasubag PI, pembimbing, perusahaan, keluarga, rekan dll

5. Daftar Isi.

6. Daftar Tabel.

7. Daftar Gambar.

8. Daftar Lampiran.

9. Pendahuluan

Dicantumkan pada bab 1 yang berisi :

· Latar Belakang Masalah

Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan masalah.

· Perumusan Masalah

Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas.

· Tujuan dan Manfaat

- Tujuan Penulisan : Menyebutkan secara spesifik maksud yang ingin dicapai dalam penulisan.

- Manfaat Penulisan : Kontribusi hasil penulisan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

· Metode Penelitian

Menjelaskan secara rinci setiap kegiatan yang dilakukan untuk menjawab tujuan yang sudah diuraikan pada bab1.

10. Landasan Teori

Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan/ penelitian (definisi, pengertian, dll), yang bisa diperkuat dengan menunjukan hasil penelitian sebelumnya, dicantumkan pada bab 2.

11. Analisa dan Hasil atau Perancangan dan Implementasi

Bagian ini dapat dipecah menjadi beberapa bab (misalnya bab 3 dan bab 4) tergantung kebutuhan :

- Hasil Penelitian

Menguraikan hasil penelitian yang mencangkup semua aspek yang terkait dengan penelitian.

- Perancangan dan Implementasi

Menguraikan tentang perancangan dari aplikasi yang akan dibuat, dapat berupa tampilan rancangan layout input, output dan menguraikan bagaimana cara membuat aplikasi tersebut

12. Kesimpulan dan Saran

Berisi jawaban dari tujuan yang diajukan penulis pada bab 1, yang diperoleh dari penelitian. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait, sehubung dengan pengembangan. Biasanya dicantumkan pada bab 4

13. Daftar Pustaka

Ketentuan dalam penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut :

o Tuliskan nama pengarang, judul karangan dan data tentang penerbitannya (tempat, penerbit dan tahun).

o Daftar pustaka disusun secara alfabetis tidak hanya huruf terdepannya tetapi juga huruf kedua dan seterusnya.

o Daftar pustaka diketik satu spasi dan jarak antara masing-masing pustaka adalah dua spasi.

o Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka diketik tepat pada garis tepi kiri tanpa ketukan (indensi) dan baris berikutnya digunakan indensi 7 karakter.

o Apabila nama pengarang sama dan judul berbeda, maka baris pertama harus diberi garis terputus-putus sebanyak 14 (empat belas) ketukan.

o Penulisan nama pengarang diawali dengan nama keluarga, kemudian namanya. Untuk dua atau tiga pengarang, nama pengarang kedua dan ketiga tidak perlu dibalik.

o Penulisan nama pengarang yang bermarga cina atau mandarin, ditulis apa adanya (tidak diindeks).

o Jika nama pengarang sama dalam dua tahun penerbitan berbeda, maka daftar pustaka disusun menurut urutan waktu (tahun).

o Nama pengarang sama, judul berbeda perlu diberikan garis sebanyak 14 ketukan.

o Sama sekali tidak boleh mencantumkan sumber referensi yang tidak pernah dibaca dan tidak boleh mencantumkan gelar.

o Dalam daftar pustaka/catatan kaki, tulisan yang bersumber dari majalah/ koran/makalah yang diberi garis bawah atau ditebalkan adalah nama majalah/korannya yang menerbitkan.

TEKNIK PENULISAN ILMIAH
1. Bahan dan Ukuran
a. Bahan yang digunakan untuk pengetikan karya ilmiah adalah kertas HVS 70 gram untuk isi, dan konstruk atau buffalow untuk sampul (cover) berwarna hijau.
b. Ukuran kertas untuk pengetikan ilmiah umumnya menggunakan kuarto atau letter (279,4 x 215,9) mm, digunakan hanya untuk satu muka (tidak bolak-balik). Posisi kertas vertikal (tall), kecuali untuk pengetikan tabel bisa digunakan secara horizontal (wide).
c. Jenis huruf (font), pada dunia modern sekarang ini, penulisan karya ilmiah tidak lagi pantas menggunakan mesin tik biasa (manual). Pengetikan harus memakai komputer, atau paling tidak dicetak. Untuk pengetikan dengan komputer, huruf yang digunakan harus huruf normal yang sering digunakan secara umum, yaitu time, time new normal atau arial. Jangan menggunakan huruf-huruf aneh, yang pada akhirnya akan menyulitkan pembaca.
d. Ukuran huruf (size) pilih yang standar. Pada program Wordstar gunakan ukuran (size) 10 point. Untuk program lainnya misalnya : Chi-writer, Amipro, Microsoft Word dan Page Maker menggunakan ukuran 12 point. Jenis huruf (font) maupun ukuran (size) harus dipakai untuk pengetikan keseluruhan naskah. Kecuali untuk abstraksi, tabel dan judul bisa memakai huruf dan ukuran yang berbeda. Jumlah halaman minimal 40 halaman termasuk halaman prancis.
2. Cara Pengetikan Pengetikan karya ilmiah punya cara tersendiri, antara lain sebagai berikut:
a. Bilangan dan Satuan. Pengetikan bilangan dan satuan harus ditulis dengan angka, kecuali pada permukaan kalimat. Misalnya, empat puluh juta rupiah dihabiskan untuk penelitian ini (permulaan kalimat). Penelitian ini menghabiskan dana Rp. 40.000.000 (kalimat biasa). Pengetikan bilangan desimal ditandai dengan koma (,) bukan titik (.). Misalnya, 16,50 kg beras. Pengetikan jumlah satuan dinyatakan dengan singkatan resmi yang berlaku tanpa menambah titik di belakangnya. Misalnya : km, m, cm, 1, dan sebagainya.

b. Spasi Baris Spasi atau jarak antara dua baris dibuat dengan spasi ganda atau 2 spasi. Kecuali untuk kutipan langsung yang melebihi 2 baris. Judul dan tabel yang melebihi 2 baris, pengetikannya dengan spasi tunggal atau 1 spasi.

c. Batas Tepi Batas-batas pengetikan diukur dari tepi kertas. Ukurannya sebagai berikut: batas atas (top) 40 mm, bawah (bottom) 30 mm, sisi-sisi kiri (left) 40 mm, dan kanan (right) 30 mm.

d. Alinea Baru. Penulisan alinea baru pada karya tulis ilmiah diukur dari sisi kiri batas garis kertas dengan masuk sampai 5 digit atau ketikan. Jadi huruf pertama tiap alinea baru adalah pada ketikan ke-6 (enam).
e. Pengisian Ruangan Pada prinsipnya, ruangan yang tersedia pada lembar kertas yang sudah diberi garis batas halaman, yaitu bagian atas, bawah, kiri, dan kanan, harus diisi penuh dengan naskah karya ilmiah. Jangan sampai ada ruangan yang kosong, kecuali untuk daftar tabel atau gambar.

f. Judul, Subjudul, dan Anak Judul 1) Judul karya ilmiah harus ditulis dengan huruf besar (capital) semua, ukuran huruf dipilih dan diatur sedemikian rupa, agar simetris dengan ukuran kertas yang digunakan. Pada akhir kalimat judul tidak perlu diberi titik. 2) Subjudul. Penulisan subjudul menggunakan huruf yang sama dengan judul, tetapi ukurannya lebih kecil. Penempatan subjudul berada di bawah judul tanpa diberi garis. Sama seperti judul pada akhir kalimat sub judul, tidak perlu diberi titik. 3) Anak judul. Anak judul pada umumnya berada di bagian dalam (isi naskah). Penulisannya dimulai dari garis batas tepi sisi kiri dan diberi garis bawah. Anak judul menggunakan huruf biasa bukan huruf besar (capital), kecuali huruf pertama pada anak judul.

g. Perincian ke Bawah Pada penulisan karya ilmiah, yang memiliki naskah kalimat yang harus disusun ke bawah gunakan nomor urut memakai angka atau huruf. Misalnya 1, 2, 3 dan seterusnya, atau a, b, c dan seterusnya. Jika masih ada urutan berikutnya bisa memakai 1.1, 1.2, 1.3 dan seterusnya. Atau a.a, a.b, a.c dan seterusnya. Jangan gunakan kata penghubung garis datar (-), untuk naskah kalimat tersusun.

h. Sisipan (Insert) Sisipan (insert) berupa gambar, grafik, tabel, dan sebagainya ditempatkan pada bagian tengah halaman secara simetris, yaitu sisi kiri dan kanan jaraknya sama.

3. Penomoran Pemberian nomor pada karya ilmiah penempatannya harus benar.
Penomoran ini biasanya ada dua, yaitu nomor halaman dan nomor tabel.
a. Nomor Halaman
1) Pada bagian awal halaman karya ilmiah dari halaman judul sampai ke daftar pustaka, serta tabel, gambar dan lampiran menggunakan huruf Romawi, tetapi ditulis dengan ukuran kecil. Misalnya, i, ii, iii, iv, v, dan seterusnya.
2) Bagian dalam atau halaman isi karya ilmiah, penomorannya menggunakan huruf latin biasa seperti 1, 2, 3 dan seterusnya. Penempatan nomor halaman terdapat beberapa bentuk, yaitu pada bagian kanan atas halaman, atau bagian kanan bawah tiap halaman, atau juga di tengah-tengah halaman bagian bawah. Untuk halaman isi yang ada judul bab, tidak perlu diberi nomor urut tetapi dilompati. Misalnya halaman 8, 9, dan 10. Pada halaman 9 ada judul bab. Maka penomorannya 8, kosong dan 10.
b. Nomor Tabel dan Gambar Semua tabel dan persamaan yang digunakan pada karya tulis ilmiah harus diberi nomor urut dengan angka biasa. Penempatan nomor pada sisi kanan atas tiap tabel, gambar atau persamaan.

Referensi

Annisa Mutia
11113140
3KA11


Minggu, 08 November 2015

KUTIPAN, CATATAN KAKI, DAFTAR PUSTAKA



A. KUTIPAN
Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
TUJUAN
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
1. landasan teori
2. penguat pendapat penulis
3. penjelasan suatu uraian
4. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
FUNGSI
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1. Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2. Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3. Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4. Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5. Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6. Meningkatkan estetika penulisan.
7. Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.
JENIS
A. Kutipan langsung
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, misal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
Contoh:
·          “Ada informasi pesan singkat yang menyesatkan. Kami akan selediki terus karena sumbernya sudah ada,” kata Kepala Bidang (KABID) HUMAS Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Jakarta, sabtu (6/3)
B. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi
CONTOH
·         Dalam karangannya, lembaga tersebut kembali memperjelas bahwa panggalian tersebut hanya beberapa puluh meter dari masjid Al-Aqsha, dan semakin hari penggaliannya akan semakin di tingkatkan hingga mencapai kedalaman 10 meter, sampai ke area masjid Al-Aqsha (Eramuslim.com,16/3/2010).

B. CATATAN KAKI
Kutipan merupakan sebuah pendapat seseorang berdasarkan hasil pemikiran seseorang dari suatu sumber misalnya artikel, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Ada dua cara dalam mengutip, yaitu langsung dan tidak langsung.
*Kutipan langsung adalah kutipan yang dikutip oleh seorang penulis secara literal huruf demi huruf, kata demi kata, atau kalimat demi kalimat dari teks lain dan dimasukkan secara persis sama ke dalam teks yang ditulisnya.
*Kutipan tidak langsung adalah suatu kutipan di mana dalam kutipan tersebut seorang penulis mengutip pokok pikiran penulis lain, tapi si penulis tersebut memasukkan pemikiran penulis lain itu ke dalam tulisannya dengan menggunakan kata-kata sendiri, dan bukannya mengutip secara literal, agar pemikiran tersebut lebih mudah ditangkap, dimengerti, dan dipahami oleh segmen pembacanya.
TUJUAN
1. menegaskan isi uraian
2. membuktikan apa yang dikatakan
3. menunjang apa yang diungkapkan
FUNGSI
Beberapa fungsi catatan kaki (footnote) adalah sebagai berikut:
1.       Untuk menunjukkan atau menguatkan evidensi (pembuktian) semua pernyataan dan keterangan tentang sesuatu yang harus dikuatkan penjelasannya. Keterangan pada footnote adalah menunjukkan tempat dimana evidensi tersebut didapatkan.
2.       Untuk menunjukkan adanya peminjaman atau pengambilan dari bahan yang digunakan. (Untuk fakta-fakta yang bersifat umum tidak perlu diberi footnote).
3.       Untuk memperluas diskusi suatu masalah tertentu di luar konteks dan teks.
4.       Untuk memberi keterangan atau petunjuk. Misalnya untuk menunjukkan bahan dalam lampiran, atau persoalan-persoalan yang sudah di bahas dalam halaman, sub-bab, atau bab dalam karya ilmiah yang bersangkutan.
UNSUR-UNSUR
1.    Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.).
2.    Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
3.    Nama atau nomor seri, kalau ada.
4.    Data publikasi :
·         Jumlah jilid, kalau ada
·         Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
·         Nama penerbit, diikuti koma di antara
·         Tahun penerbitan. tanda kurung
5.    Nomor jilid kalau perlu.
6.    Nomor halaman diikuti titik (.)
CONTOH
____________________________________________________
1Muhammad Ibn ‘Abdillah al‐Zarkasyiy, al‐Burhân fî ‘Ulum
al‐Qur’an, Juz IV (Cet. I; Cairo: Dar Ihya’ al‐Kutub al‐Arabiyah, 1958 M/1377 H),h. 34‐35.
C. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka atau Bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul ,buku-buku artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang digunakan untuk memperjelas pembaca dari mana sumber penulisan tersebut.
TUJUAN
1. Memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, artikel secara keseluruhan.
2. Sebagai pelengkap, para pembaca agar dapat melihat atau membaca sumber aslinya.
FUNGSI
1.       Untuk memberitahu kepada pembaca bahwa apa yang telah ditulis bukan hanya didapat dari pemikiran sendiri namun juga mengambil dari pemikiran orang lain yang telah ditulis dalam buku yang tercantum dalam daftar pustaka
2.       Bagi pembaca yang ingin menelaah lebih jauh tentang pernyataan yang telah ditulis dalam karya tulis yang dibuat maka bisa secara langsung mencarinya dari daftar buku yang telah ditambahkan.
3.       Untuk memberikan penghargaan kepada penulis buku yang tercantum sehingga dari pemikirannya terselesaikanlah sebuah karya tulis.
4.       Penulis akan dipandang lebih profesional ketika mencatumkan daftar pustaka.
ATURAN PEMBUATAN
1.  Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
2.  Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
3.  Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul.
4.  Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7.
5.  Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
6.  Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi
CONTOH
Berikut ini merupakan Beberapa Contoh Penulisan yang baik dan benar dari berbagai sumber :
Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Internet :
Hatta M.2004. Yang Terlarang dalam Berkarier. http://www.sdmlink.com/page/artikel/?act/detil/aid/42
Contoh Daftar Pustaka dari Buku : 
Buku ditulis satu Orang

Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR - Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom
Buku ditulis dua Orang

Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd.
Buku ditulis lebih dari dua orang

Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company
Referensi

Annisa Mutia
11113140
3KA11





OUTLINE/KERANGKA KARANGAN



Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
MANFAAT KERANGKA KARANGAN
Adapun kegunaan pembuatan kerangka karangan ini adalah:
1.       Karangan akan bisa tersusun secara teratur sehingga ide atau gagasan tulisan tak terkesan meloncat- loncat. Penulis akan bisa membuat karangan dengan alur nan runtut. Gagasan primer karangan akan diletakkan di awal karangan, sementara pengembangan gagasan karangan akan diletakkan dibawahnya.
2.       Tidak akan terjadi replikasi atau duplikasi gagasan. Dengan adanya kerangka karangan, proses menulis karangan akan menjadi lebih mudah. Seorang penulis akan tahu apa nan sudah dituliskan dalam karangan dan apa saja nan belum.
3.       Bila sudah menjadi karangan, pembaca akan mudah menentukan apa nan ingin disampiakan oleh penulis sehingga memudahkan pembaca buat menilai karangan tersebut.
FUNGSI KERANGKA KARANGAN
1.       Memperlihatkan pokok bahasan, sub bahasan.
2.       Mencegah pembahasan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik, judul,kalimat, tesis dan tujuan karangan.
3.       Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih baik dan teratur.
4.       Memudahkan penempatan antara pembagian karangan yang penting dengan yang kurang penting.
5.       Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.
6.       Membantu pengumpulan sumber-sumber yang diperlukan.
CARA MEMBUAT KERANGKA KARANGAN
Adapun cara membuat kerangka suatu karangan adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan tema dan menetukan judul suatu karangan

Sebelum membuat karangan, tentukanlah dahulu tema karangan yang akan dibuat. Tema ini yang akan mempengaruhi seluruh isi dari karangan yang akan dibuat. Pilihlah tema-tema yang sedang hangat atau tema yang menjadi kesenangan Anda. Hal ini akan sangat membatu untuk mengembangkan karangan.

Setelah mendaptkan tema, tentukan juga judul karangan yang akan dibuat. Usahakan membuat judul yang singkat dan menarik pembaca untuk membaca karangan tersebut.

2. Mengumpulkan bahan

Setelah mendapatkan tema, yang harus dilakukan adalah mengumpulkan bahan pendukung yang berupa topik-topik yang berhubungan dengan tema untuk dikembangkan menjadi sebuah karangan. Topik-topik tersebut antara lain, pengertian, tujuan, jenis, contoh, dan lain-lain.  Catatlah semua topik yang terlintas di dalam pikiran untuk memudahkan penseleksian bahan atau topik.

3. Menseleksi bahan

Setelah mendapatkan topik, seleksilah topik-topik tersebut yang sesuai dengan tema karangan dan penting. Hindari membahas topik-topik yang tidak penting untuk di bahas.

4. Mengembangkan kerangka karangan

Jika sudah mendapatkan tema, judul dan topik, buatlah karangan yang utuh dengan cara mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat. Perluas topik-topik yang telah ditentukan pada kerangka dan usahakan jangan membahas topik yang tidak ada di dalam kerangka karangan.
CONTOH KERANGKA KARANGAN DAN PENGEMBANGANNYA
1. Tema    : Kesehatan
Judul    : Manfaat Tidur Cukup Bagi Kesehatan

2. Definisi

2.1 Pengertian tidur cukup

3. Dampak Kurang tidur

3.1 Kurang tidur dapat menyebabkan tergangunya konsentarsi
3.2 Kurang tidur mudah terserang penyakit
3.3 Kurang tidur dapat mempengaruhi emosi

4. Manfaat tidur cukup

4.1 Meningkatkan konsentrasi
4.2 Meningkatkan daya tahan tubuh
4.3 Meningkatkan energi

5. Tips agar tidur nyenyak

5.1 Berolahraga
5.2 Membuat jadwal tidur
5.3 Jangan mengkonsumsi makanan berat sebelum tidur
PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BERIKUT:
Manfaat tidur cukup bagi kesehatan

Tidur adalah suatu ativitas dimana seluruh tubuh sedang berada dalam keadaan istirahat total. Menurut para ahli, manusia membutuhkan tidur yang cukup yaitu sekitar 6 sampai 8 jam setiap hari. Lamanya waktu tersebut tidak bisa dicicil, dengan kata lain waktu 6 sampai 8 jam adalah waktu sekali tidur.

Ada beberapa dampak buruk yang disebabkan jika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup. Dampak-dampak tersebut sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, diantaranya adalah kurang tidur dapat menggangu konsenterasi. Hal ini dikarenakan otak kita mengalami kelelahan sehingga memacu mata dan mempengaruhi tubuh menjadi lemas dan mengantuk. Hilangnya konsentrasi ini sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang mengendarai kendaraan bermotor.

Dampak selanjutnya adalah kurang tidur membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit. Hal ini terjadi akibat dari melemahnya sistem imun atau kekebalan tubuh sehingga penyakit dapat dengan mudah menyerang. Terlebih lagi, kurang tidur membuat emosi seseorang menjadi terganggu. Biasanya orang yang mengalami kekurangan tidur akan mudah lelah dan cepat marah.

Agar terhindar dari dampak-dampak tersebut, usahkanlah untuk selalu mendapatkan tidur yang cukup, karena tubuh kita akan mendapatkan manfaat yang baik, diantaranya adalah dengan tidur yang cukup, tubuh akan berkonsentarsi dengan baik karena otak mendapatkan istirahat yang cukup.

Selain itu, tidur yang cukup bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari penyakit-penyakit yang akan menyerang. Yang terakhir adalah tubuh akan mendapatkan energy yang banyak untuk melakukan aktifitas di hari esok.

Demikianlah manfaat dari tidur yang cukup, agar mendapatkan manfaat-manfaat tidur di atas. Usahakan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak kareana tidur yang cukup dan nyeyak merupakan kombinasi yang baik. Berikut ini adalah tips-tips untuk membuat tidur nyenyak.
yang pertama adalah berolahraga sebelum tidur, dengan berolahraga tubuh akan menjadi lelah dan memudahkannya untuk tidur nyenyak. kemudian usahakan untuk membuat jadwal tidur yang teratur agar tidur menjadi suatu kebiasaan yang baik dan yang terakhir jangan makan-makanan yang berat sebelum tidur agar tubuh tidak kembung.
Referensi

Annisa Mutia
11113140
3KA11