Minggu, 08 November 2015

ALINEA



Paragraf (Alenia) merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat, tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat.
atau dapat juga di sebut Paragraf adalah suatu penuangan ide penulis melalui kalimat atau kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya memiliki suatu topic atau tema. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat.
SYARAT-SYARAT ALINEA
A. Kesatuan
Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut.
Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.
B.Koherensi
Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi dalam sebuah alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.
Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan seksama.
Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa(kelompok kata) dalam bermacam-macam hubungan.
C. Perkembangan Paragraf
Perkembangan paragraf harus dijaga agar jangan sampai mengambang kea rah yang tidak relevan untuk menjelaskan gagasan pokok. Misalnya, alenia dimulai dengan kalimat inti yang menyebutkan gagasan pokok yang hendak disampaikan, maka perkembangannya harus menjelaskan gagasan pokok tadi dalam kalimat-kalimat berikutnya, dengan selalu berpegang pada prinsip kesatuan dan koherensi. Perkembangan paragraf diarahkan untuk memperkuat memberikan argumentasi, atau mengkongkritkan pernyataan aau gagasan pokok yang disampaikan dalam kalimat inti di awal alenia.
UNSUR-UNSUR ALINEA
Berikut ini merupakan unsur-unsur dari suatu alinea/paragraf, yaitu:
1.        Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya.
2.        Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf.
3.        Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas.
4.          Judul (kepala karangan), suatu judul harus memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu provokatif(menarik), berbentuk frase, relevan, logis dan spesifik.
MACAM-MACAM ALINEA
Setelah pada blog sebelumnya saya menjelaskan tentang Penjelasan Alinea, sekarang saya akan menjelaskan tentang macam-macam dari alinea tersebut.
Macam-macam alinea itu ada tiga yaitu :
1. Alinea Pembuka
Alinea pembuka merupakan bagian dari sebuah wacana atau karangan yang paling pertama kita temui. oleh karena situ, sebaiknya alinea pembuka itu disusun secara menarik agar memunculkan rasa ingin tahu kepada para pembaca. Dalam alinea pembuka sangat diharapkan dapat membimbing para pembaca untuk memasuki suatu jalan cerita atau isi dari wacana atau dengan kata lain alinea pembuka ini menyiapkan para pembaca untuk memasuki alinea isi. Rumusan alinea pembuka yang baik akan menjadi pedoman untuk pengembangan karangan menuju tingkat selanjutnya. Dengan pedoman itu maka akan tercapainya suatu kepaduan pada dalam sebuah wacana atau karangan.

2. Alinea Isi

Alinea isi merupakan suatu ide pokok beserta pengembangannya dalam sebuah wacana atau karangan. Oleh karena itu, alinea isi merupakan bagian yang esensial dalam suatu wacana atau karangan. Maksudnya adalah alinea isi menjelaskan dengan cara menguraikan bagian-bagian ide pokok tersebut. Dalam menjelaskannya harus disusun dengan berurutan dan sesuai dengan asas-asas penalaran yang masuk akal atau logis.

3. Alinea Penutup

Alinea penutup merupakan alinea-alinea yang mengakhiri atau menutup suatu wacana atau karangan. Alinea ini merupakan kebulatan dari masalah-masalah yang dikemukakan pada bagian wacana atau karanan sebelumnya. Selain itu alinea penutup juga harus mengandung kesimpulan yang benar-benar mengakhiri uraian wacana atau karangan tersebut. Karena bertugas untuk mengakhiri suatu wacana, maka alinea penutup yang baik ialah yang tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu pendek. Akan tetapi, alinea penutup harus menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.

Referensi

Nama: Annisa Mutia
NPM: 11113140
Kelas: 3KA11



KALIMAT EFEKTIF



Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Dengan kata lain, kalimat efektif mampu  menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pendengar atau pembacanya seperti apa yang dimaksudkan oleh penulis.
Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :
1. Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2. Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001)
3. Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4. Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
5. Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta di artikan. (ARIF HP: 2013)
Ciri – Ciri Kalimat Efektif

Efektif atau tidaknya suatu kalimat dapat dilihat dari beberapa ciri sebagai berikut:

1. Memiliki bentuk yang pararel

Kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Dengan kata lain, jika bentuk kata pertama adalah nomina, maka bentuk kedua, ketiga dan keempat, dan seterusnya juga menggunakan nomina.

Contoh:

a. Tugas seorang murid adalah belajar, berkarya dan berprestasi. (efektif)
b. Tugas seorang murid adalah mempelajari, berkarya, dan prestasi. (tidak efektif)


2. Memiliki struktur yang sepadan

Kesepadanan dalam kalimat efektif bisa dilihat dari keseimbangan atau kesamaan antar struktur bahasa yang digunakan dan gagasan yang ingin disampaikan.

Contoh:

a. Andi adalah anak yang suka menolong dan Budi adalah anak yang nakal. (tidak efektif)
b. Andi adalah anak yang suka menolong sedangkan Budi adalah anak yang nakal. (efektif)
c. Selanjutnya Budi akan jelaskan betapa pentingnya pohon bagi kita. (tidak efektif)
Advertisement

3. Kalimat efektif memiliki kehematan kata

Yang dimaksud kehematan kata adalah kalimat efektif tidak menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.

Contoh:

a. Akibat dia tidak mengerjakan Pr, dia dimarahi oleh guru. (tidak efektif)
b. Akibat tidak mengerjakan Pr, dia dimarahi oleh guru. (efektif)


4. Kalimat efektif memiliki kecermatan penalaran

Kecermatan penalaran pada kalimat efektif maksudnya adalah kalimat tersebut tidak menimbulkan ambiguitas atau memiliki makna yang ganda. Ambiguitas sendiri timbul akibat dari ketidaktepatan dalam hal pemilihan kata, ketidakjelasan unsur kalimat, dan lain-lain.

Contoh:

a. Yang ada di dalam ruangan ini harus keluar. (tidak efektif)
b. Semua mahasiswa yang ada di dalam ruangan ini harus keluar. (efektif)

5. Kalimat efektif memiliki gagasan yang padu

Kalimat efektif ditandai dengan unsur-unsur kalimat yang tersusun dengan baik sehingga memiliki gagasan yang padu. ketidakpaduan gagasan pada kalimat sendiri terjadi akibat dari seringnya penggunaan unsur kalimat berupa keterangan yang disisipkan antara subjek dan prediket.

Contoh:

a. Ayah setelah pulang dari kantor langsung menuju meja makan. (tidak efektif)
b. Ayah langsung menuju meja makan setelah pulang dari kantor. (efektif)

Kalimat pertama bukanlah kalimat yang efektif karena unsur kata berupa keterangan seperti, akan, harus, setelah, masih, sedang, tetapi, dan lain-lain harus diletkan pada awal kalimat atau akhir kalimat.

6. Kalimat efektif memiliki bahasa yang logis

Bahasa yang logis adalah bahasa yang dapat diterima secara akal sehat oleh pendengar atau pembacanya.

Contoh:

a. Waktu dan tempat kami persilahkan. (tidak efektif)
b. Kepada Bapak Kepala Sekolah kami persilahkan. (efektif)


7. Kalimat efektif memiliki ketepatan pemilihan kata

Pemilihan kata yang salah dapat menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif. Biasanya kesalahan pemilikan kata terjadi pada kata-kata yang bersinonim.

Contoh:

a. Joni menonton pertunjukan konser. (efektif)
b. Joni melihat pertunjukan konser. (tidak efektif)


Referensi

Nama: Annisa Mutia
NPM: 11113140
Kelas: 3KA11

Jumat, 25 September 2015

Unsur, Pola, Macam Unsur Kalimat beserta Contohnya



Definisi Kalimat
            Merupakan gabungan dari dua kalimat atau lebih yang akhirnya menghasilkan suatu pengertian. Kalimat dasar memiliki struktur inti, belum mengalami perubahan unsur seperti panambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.
Unsur Dasar Kalimat
1)      Subjek (S)
Di dalam sebuah kalimat Subjek (S) adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan tertentu. Ciri-ciri subjek:
·         Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
·         Dapat berupa nomina, verba, atau adjektiva
·        Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
Contoh subjek: Annisa adalah seorang chef dan penyanyi.
2)      Predikat (P)
Predikat adalah unsur kalimat yang menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan oleh Subjek. Predkat biasanya merupakan kata-kata kerja. Ciri ciri predikat:
·         Jawaban atas pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
·         Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
·         Predikat dapat berupa Kata (verba, adjektiva, atau nomina) dan Frasa ( frasa verbal, adjectival, nominal, atau bilangan )
Contoh predikat: Annisa menyanyi dengan merdu.
3)      Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh Subjek. Sama seperti Subjek, Objek dapat berupa kata-kata benda. Ciri cirri objek:
·         Langsung di belakang predikat
·         Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
·         Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
·         Ada dua macam objek, yaitu :
o    Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
1. Penderita
Contoh :  Kyuhyun mencoret-coret tembok.
2. Penerima
Contoh :  Eunhyuk memakai baju Heechul.
3. Tempat
Contoh  :  Super Junior datang ke Indonesia.
4. Alat
Contoh : Kangin melempar bola ke Shindong.
5. Hasil
Contoh :  Donghae mengerjakan tugas Bahasa Indonesia.
·          
    • Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
1. Penderita.
Contoh :  Sungmin memberikan Sungjin komputer baru.
2. Hasil.
      4)   Keterangan (K)
Di dalam sebuah kalimat keterangan menjelaskan bagaimana, dimana atau kapan peristiwa yang am kalimat tersebut. Ciri cirri keterangan:
·         Hubungannya dengan predikat renggang.
·         Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
Terdiri dari beberapa jenis :
  • Keterangan Tempat
    • Hangeng akan konser di Singapore.
  • Keterangan Alat
    • Dalam drama itu, Kyuhyun memukul Shindong dengan panci.
  • Keterangan Waktu
    • Shinee akan kembali ke Korea pukul 11 malam.
  • Keterangan Tujuan
    • Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
  • Keterangan Cara
    • Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
  • Keterangan Penyerta
    • Eunhyuk pergi bersama Donghae.
  • Keterangan Similatif
    • Yesung memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
  • Keterangan Sebab
    • Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.
      5)   Pelengkap (Pel)
      Pelengkap adalah unsur kalimat yang fungsinya seperti Objek (O) tetapi yang membedakannya adalah Pelengkap tidak bisa dirubah menjadi Subjek pada kalimat pasif. Pelengkap biasanya terletak setelah predikat atau objek. Ciri-ciri:
·  Terletak di belakang predikat.
·  Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
 Contoh : Annisa memberikanku novel bagus

Pola Kalimat Dasar
Kalimat dasar dapat dibedakan menjadi delapan tipe, yaitu:

1. Kalimat dasar berpola SPOK
    contoh : Saya membeli koran di pasar
                Saya sebagai S, membeli sebagai P, koran sebagai O, di pasar sebagai K

2. Kalimat dasar berpola SPOPel
    contoh : ibu membelikan aku baju baru 
                ibu sebagai S, membelikan sebagai P, aku sebagai O, baju baru sebagai pel

3. Kalimat dasar berpola SPO
    contoh : Dokter mengobati pasien
                Dokter sebagai S, mengobati sebagai P, pasien sebagai O

4. Kalimat dasar berpola SPPel
    contoh : Dia memberi semanagat
                 Dia sebagai S, memeberi sebagai P, semangat sebagai Pel

5. Kalimat dasar berpola SPK
    contoh : Dosen kami akan dikirim ke Australia
                 Dosen kami sebagai S, akan dikirimkan sebagai P, ke australia sebagai K

6. Kalimat dasar berpola SP (P: verba)
    contoh : Kami belajar 
                 Kami sebagai S, belajar sebagai P

7. Kalimat dasar berpola SP (P: Nomina)
    contoh : kami mahasiswa 
                 Kami sebagai S, mahasiswa sebagai P 

8. Kalimat dasar berpola SP (P: Adjektiva)
    contoh : Ilmuwan Hebat
                 ilmuwan sebagai S, Hebat sebagai P

Macam Unsur Kalimat
Kalimat Tunggal
         
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas, kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap. ( definisi kalimat tunggal )

Contoh:
1. Annisa manulis.
    Kalimat inti
2. Dika menggambar bunga teratai.
    Kalimat luas
3. Ayamnya lima ekor.
    Kalimat nominal
 
     Selain kalimat tunggal, kita juga mengenal adanya kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih klausa. Hubungan antarklausa tersebut ditandai dengan kata hubung (konjungsi). ( definisi kalimat majemuk )
 
Kalimat majemuk
      Adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Minimal satu klausa yang terdiri dari subjek dan predikat.

Pada umumnya, kalimat majemuk dibagi menjadi :

a. Kalimat majemuk setara
Adalah kalimat majemuk yang pola-pola kalimatnya memiliki kedudukan yang sederajat, tidak ada kalimat yang menduduki fungsi lebih tinggi.


Kata penghubungnya antara lain: dan, atau, tapi, bahkan, kemudian dsb.
Contoh : Zuhud mengambil kursi kenudian duduk diatasnya.

b. Kalimat majemuk bertingkat
Adalah kalimat majemuk yang terdiri dari induk kalimat dan aank kalimat. Anak kalimat merupsksn perluasaan dari induk kalimat.
Contoh : -ketika aku menonton tv, Ibu dating. (anak kalimat keterangan waktu)
-anak yang berjilbab itu memenangkan olympiade biologi. (anak kalimat perluasan subjek)

c. Kalimat majemuk campuran
Adalah kalimat majemuk hasil gabungan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
Contoh : proyek itu telah selesai ketika obama berkunjung ke Indonesia dan presiden Soeharto meninggal dunia.

d. Kalimat majemuk rapatan
Adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek dan predikatnya sama, maka bagian yang sama hanya disebutka sekali.
Contoh :
Ibu sedang memasak
Ibu sedang menggoreng ikan
Ibu sedang mendengarkan radio
Jadi, Ibu sedang memasak, menggoreng ikan, dan mendengarkan radio.

Referensi:
Annisa Mutia
11113140
3KA11