Rabu, 29 Juli 2015

5 HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN IT YANG HARUS DITAMBAHKAN DI UNIVERSITAS GUNADARMA

Sebagai sebuah universitas yang “katanya” mengedepankan Teknologi Informasi yang baik, ditambah dengan slogan Universitas Gunadarma yang berbunyi “World Class University”, dirasa masih kurang kalau hal-hal dibawah ini masih belum dapat ditemui di kampus kita tercinta ini. Sebetulnya, masih banyak hal yang harus diperbaiki bahkan ditambahkan pada Universitas Gunadarma agar semakin maju dan berkembang. Namun, pada kesempatan kali ini, saya hanya akan menyebutkan 5 hal yang sangat amat penting saja agar kampus kita “tidak tertinggal” dari kampus lain yang reputasinya belum sebesar gunadarma namun sudah memiliki hal-hal berikut ini:

1.      Fasilitas LCD projector.
2.      Menambah Penguat Sinyal didalam Gedung.
3.      Menambah koneksi Wi-Fi di area kampus.
4.      Memperbaiki&menambah akses website-website gunadarma.
5.      Memasang CCTV pada sudut-sudut tertentu.


Mungkin ke-5 hal tersebut yang harus segera diperbaiki dan ditambahkan pada Universitas Gunadarma agar lebih menunjang kegiatan belajar mengajar yang berlangsung.

Annisa Mutia
11113140
2KA11

Jumat, 08 Mei 2015

Gaya Kepemimpinan yang Saya Terapkan Apabila Dipercaya Menjadi Seorang Permimpin Suatu Organisasi



            Menurut Kurt Lewin, ada 3 kepemimpinan yang mempengaruhi sebuah kepemimpinan. Berikut ringkasannya:
1.     Otokratik
Gaya kepemimpinan ini semuanya ditentukan oleh pemimpin, pemimpin adalah segalanya. Semua keputusan diambil oleh pemimpin dan anak buah tidak mempunyai hak untuk bersuara. Anak buah hanya menjalankan instruksi yang diberikan. Pola komunikasi yang terjadi adalah satu arah dari pemimpin ke anak buah. Dengan pola kepemimpinan ini, semua tugas yang diberikan pasti akan selesai karena pemimpin akan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Pemimpin yang menggunakan gaya ini sangat task oriented sehingga besar kemungkinan ada anak buah yang tidak cocok dengan gaya kepemimpinan ini. Beberapa menilai gaya kepemimpinan ini terlalu kejam.
2.     Demokratik
Gaya kepemimpinan ini memberikan tanggung jawab dan wewenang kepada semua anggota tim. Semua terlibat aktif dalam mengambil keputusan dan boleh memberikan masukan kepada anggota maupun kepada pemimpin. Pemimpin bersikap terbuka kepada usul yang diberikan karena menganggap semua usul baik adanya untuk kemajuan perusahaan. Pemimpin merasa bahwa semua anggota pasti mempunyai kelebihan dan merupakan pribadi yang unik. Gaya kepemimpinan ini menyeimbangkan antara tugas yang diberikan harus terselesaikan dengan baik dan penting menjaga hubungan harmonis antar tim. 
3.     Laissez – Faire
Gaya kepemimpinan ini memberikan kebebasan mutlak kepada anak buah untuk berkreasi. Dalam hal ini, pemimpin bersifat pasif dan menunggu semuanya dari anak buah. Pola kepemimpinan yang terjadi adalah satu arah dari anak buah kepada pimpinan. Gaya kepemimpinan ini cocok diterapkan jika mempunyai anak buah dengan inisiatif yang baik. Pemimpin hanya memberikan arahan singkat berupa tujuan umum saja dan selebihnya diberikan kepada anak buah. Pembagian tugas dan kelompok juga diserahkan kepada anak buah.
            Apabila saya dipercaya menjadi seorang pemimpin didalam sebuah organisasi, saya akan memilih menerapkan gaya demokratik. Kenapa? Karena menurut saya, saya adalah orang yang terbuka dan lebih senang apabila bekerja bersama-sama. Menyatukan kreatifitas dan ide masing-masing sehingga dapat menciptakan sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan dan tercapainya tujuan dalam sebuah organisasi.
            Dengan memberikan pandangan bahwa setiap orang adalah pribadi yang unik dan memiliki kelebihan masing-masing, ditambah lagi dengan bersikap terbuka kepada para anggota lainnya menjadikan saya menambah wawasan baru dan adanya tukar menukar fikiran menciptakan usul yang ada akan menjadi lebih baik lagi untuk kemajuan perusahaan juga tentunya.
            Tapi, tentunya gaya kepemimpinan semacam ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut saya, seorang pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan ini akan mendapat plus apabila memiliki para anggota yang aktif dan kreatif sehingga menambah kekurangan yang ada dalam organisasi. Sebaliknya, jika para anggota adalah orang-orang yang pasif dan tidak perduli, alhasil gaya kepemimpinan ini dapat dikatakan gagal dan kedepannya tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapakan.
Annisa Mutia
11113140
2KA11

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan Seseorang didalam Organisasi



            Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemipinan tidak terlepas dari sifata kepemimpinan dari seorang pemimpin itu sendiri. Faktor-faktor tersebut diantara lain:
1.      Dapat menyelesaikan pekerjaannya melalui orang lain. Harus menguasai bidang kerjanya, bersikap ulet, dan diimbangi dengan keluwesan.
2.      Melalui orang lain. Mampu berorganisasi, berkomunikasi, dan bersikap menusiawi.
3.      Dalam kerangka bertanggung jawab. Dapat melakukan tanggung jawab secara professional, dapat dipercaya, dan bersikap stabil.
4.      Disertai dengan kepribadian. Dapat memelihara dan mengembangkan entusiasme, bersikap tenang, dan tanggap.
5.      Dan pengendalian ke dalam. Bersikap obyektif, dan mampu mengoreksi diri.
6.      Dengan keseimbangan dalam pertimbangan
7.      Kelebihan dalam wawasan.
Selin itu, factor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan yang sebenaranya menurut Davis, adalah:
1.      Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya.
2.      Motivasi dalam dan dorongan prestasi(Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan
3.      Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.
4.      Kematangan dan keluasan sosial(Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang
dalam link ini cukup mudah untuk dimengerti sehingga lebih mudah pula untuk dikutip
didalam ini saya hanya menambahkan beberapa materi saja karena tidak memuat semua yang saya cari
Annisa Mutia
11113140
2KA11

Teori dan Arti Penting Kepemimpinan



            Kepemimpinan dapat dibilang merupakan suatu proses mempengaruhi atau memberi contoh seorang pemimpin kepada pengikutnya nya agar tercapainya tujuan didalam suatu organisasi.
Teori-Teori dalam Kepemimpinan
            a. Teori Sifat
            Teori ini sangat bertolak belakang atas dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan dari peringai, cirri-ciri dan sifat pemimpin itu sendiri. Akan tetapi menurut teori ini, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan dari kemampuan yang dimilikinya. Kelemahan teori sifat adalah terlalu bersikap deskriptif, dan tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan.
            b. Teori Perilaku
            Dasar pemikiran pada teori ini melihat kepada seorang individu ketika individu tersebut melakukan sebuah pengarahan kepada suatu kelompok kea rah pencapaian tujuan.Dalam teori perilaku, seseorang pemimpin dideskripsikan memiliki perilaku yang ramah tamah, mau berkonsultasi, membela, menerima usul, mendengarkan, dan memikirkan kesejahteraan bawahan.
            c. Teori Situasional
            Dalam teori situasional, seorang pemimpin dilihat dari perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan factor waktu dan ruang.
Arti Penting Kepemimpinan
            Pemimpin memainkan peran yang sangat penting didalam sebuah organisasi, oleh karenanya, organisasi tanpa seorang pemimpin tidak akan dapat berjalan sebagai mana mestinya, bahkan bisa berbanding terbalik dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Keterampilan seorang pemimpin yang baik dan efektif dapat membangun, mendorong, mempromosikan budaya dalam organisasi yang kuat dan akhirnya tujuan dapat tercapai.
link Wikipedia ini hanya dapat saya ambil sedikit karena hanya definisi kepemimpinan yang saya cari dari sini
dalam link ini saya mengutip sedikit karena tidak mencakup apa yang saya cari.
saya mengutip cukup banyak inti dari tulisan dalam link ini karena memang apa yang ditulis sesuai dengan apa yang akan saya tulis juga.
tulisan dalam link ini sangat singkat namun cukup jelas inti dari tulisannya, namun saya hanya mengutip sedikit saja dari sini.
Annisa Mutia
11113140
2KA11

Rabu, 29 April 2015

Pengalaman Berada didalam Suatu Kelompok (Team Work)

           Anak muda yang mempunyai semangat tinggi pasti senang apabila berada didalam suatu komuniatas yang memperlihatkan bahwa dirinya mempunyai posisi. Bukan hanya senang, tetapi juga bangga dan menambah pengalaman didalam bidang tersebut. Seperti halnya saya. Saya sebagai seorang mahasiswi sekaligus remaja muda tidak hanya ingin berdiam diri saja dirumah saat tidak ada jam di kampus atau  hanya menonton TV saja dirumah. Saya senang mengikuti berbagai komunitas atau menjadi panitia didalam acara atau kegiatan apapun. 

          Sebagai contoh, saya pernah mejadi panitia buku tahunan di sekolah saya ketika Sekolah Menengah Atas, dan kebetulan pula saya dipilih menjadi ketua dari panitia buku tahunan tersebut. Senang, bangga, antusiasme saya begitu tinggi pada saat itu sehingga bermunculan ide sana sini agar menghasilkan buku tahunan yang menarik dan dapat disukai teman-teman saya pada saat itu. Tetapi, menjadi ketua bukanlah hal yang mudah. Kita harus mengorbankan segalanya, dari mulai uang, waktu, mental, dan sebagainya. 

        Singkat cerita, pada awal pencarian photographer terbilang cukup mudah dikarenakan kebetulan teman dekat saya adalah seorang photographer dan lumayan pro dalam urusan edit-mengedit. Dari segi biaya pun tidak ada masalah yang berarti saat melakukan negosiasi harga dengan beliau. Ibaratnya, murah, aman, dan nyaman. 

            Rapat yang dilakukan terus menerus pun awalnya tidak ada masalah, sampai akhirnya kita menemukan satu masalah yang lumayan fatal, yaitu percetakan. Sebenarnya masalah sesungguhnya adalah pada dana. Dana yang terkumpul tidak sesuai dengan harapan kami saat itu yaitu cetak spiral, 120 halaman, cover tebal dan warna certakan yang contrast. Pihak percetakan pun ragu-ragu untuk menerima proyek dari kami karena takut merugikan usahanya sendiri. Tetapi beliau memberikan pilihan untuk merombak kembali format yang diinginkan agar lebih sederhana dan sesuai dengan budget yang ada ataukah mencari percetakan lain.

             Akhirnya, setelah dirundingkan dengan panitia yang lain melalui rapat yang dilakukan terus menerus dengan mengorbankan waktu, akhirnya keputusan saya sudah bulat untuk merombak saja format buku tahunan yang sebelumnya telah disepakati. Saya memberi usul kepada panitia lain untuk tetap menggunakan spiral pada buku, tetapi mengurangi jumlah halaman menjadi 100 saja,lalu cover tebal diganti dengan yang lebih tipis, dan terakhir, warna cetakan yang standart saja. Usul saya diterima oleh panitia lain dan bersyukur pihak percetakan pun menyetujuinya dan akhirnya kendala tersebut terselesaikan.  

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

     Salah satu sumber menjelaskan bahwa pengambilan keputusan dapat dibilang suatu hasil dari pemilihan suatu jalur tindakan diantara beberapa alternative yang tersedia. Ada juga yang mengatakan bahwa dilakukannya pengambilan keputusan adalah sebagai upaya untuk mengatasi suatu masalah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa pengambilan keputusan juga dapat menimbulkan resiko.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

1. Posisi/Kedudukan

              -Letak posisi: dalam hal ini apakah is pembuat keputusan, penentu keputusan ataukah staff.
  
              -Tingkatan posisi: dalam hal ini apakah is strategi,peraturan, operasional, atau teknis.

2. Masalah

        Masalah merupakan salah satu point yang menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Karena masalah dapat menjadi suatu penghalang untuk teercapainya tujuan yang merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan dan harus diselesaikan.

3. Situasi

           Situasi merupakan keseluruhan dari faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain. Yang memberikan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita buat. 

4. Kondisi

          Kondisi sendiri merupakan keseluruhan faktor-faktor dalam menentukan daya gerak, daya berbuat, ataupun kemampuan kita. 

5. Tujuan

              Tujuan merupakan salah satu hal yang penting bahkan wajib dalam sebuah organisasi. Tanpa sebuah tujuan yang jelas. Sebuah organisasi tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan dalam organisasi tentu telah ditentukan sebelum beralannya organisasi tersebut. Dan tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective. 

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
didalam link ini jelas saya hanya mengutip sedikit bagian saja yaitu defini dari pengambilan keputusan.

http://sering-headache.blogspot.com/2013/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
didalam link ini cukup mencakup apa yang saya cari, walaupun ada beberapa tulisan yang membuat saya agak bingung untuk mengtupnya dikarenakan bahasa yang digunakan kurang dapat saya mengerti.

Annisa Mutia
11113140
2KA11

Jenis Jenis Keputusan dalam Organisasi

     Sebelum membahas tentang inti dari tulisan yang saya buat, tentu saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi dari keputusan itu sendiri. Keputusan merupakan suatu solusi alternatif dari beberapa solusi lainnya secara sadar dengan menganalisa kemungkinan-kemungkinan dari solusi tersebut beserta resikonya.

Jenis-jenis Keputusan dalam Organisasi

1. Berdasarkan Intuisi

           Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi atau perasaan lebih kepada bersifat subyektif, yaitu mudah terkena pengaruh luar, sugesti, dan faktor kejiwaan lain.

2. Pengambilan Keputusan Rasional

             Keputusan yang satu ini bersifat rasional atau berkaitan dengan daya guna. Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional lebih baik dan bersifat obyektif.

3. Berdasarkan Fakta

       Pendapat orang banyak yang mengatakan bahwa fakta yang akurat dapat mendukung pengambilan keputusan agar hasilnya lebih baik. Ternyata tidak sepenuhnya tepat karena fakta berkaitan erat dengan data dan informasi, maksudnya adalah ketika fakta-fakta terkumpul menjadi sebuah data kemudian data tersebut diolah menjadi suatu informasi, barulah informasi yang kemudian dijadikan sebuah dasar pengambilan suatu keputusan.

4. Berdasarkan Pengalaman

           Sesuai dengan judul dari jenis ini, yaitu pengalaman, kita dapat menyimpulkan dari sana bahwa pengambilan keputusan semacam ini diambil berdasarkan pengalaman seseorang itu. Misalnya, seorang pemimpin yang sedang dalam situasi masalah, kemudian beliau mengingat suatu kejadian yang sama yang pernah beliau alami sebelumnya seperti masalah yang saat ini dia alami. nah, dari sanalah beliau belajar memperbaiki kesalahannya di masa lalu untuk mengambil keputusan yang terbaik saat ini.

5. Berdasarkan Wewenang

            Banyak sekali keputusan yang diambil karena wewenang yang dimiliki setiap orang yang menjadi pemimpin organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.

http://nurulqomariah12.blogspot.com/2013/04/jenis-jenis-keputusan-dalam-organisasi.html
didalam link ini menurut saya sudah mencakup tulisan yang hendak saya buat dan memenuhi kriteria yang saya cari sehingga saya tidak perlu mencari artikel lain lagi.

Annisa Mutia
11113140
2KA11