Jumat, 08 Mei 2015

Teori dan Arti Penting Kepemimpinan



            Kepemimpinan dapat dibilang merupakan suatu proses mempengaruhi atau memberi contoh seorang pemimpin kepada pengikutnya nya agar tercapainya tujuan didalam suatu organisasi.
Teori-Teori dalam Kepemimpinan
            a. Teori Sifat
            Teori ini sangat bertolak belakang atas dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan dari peringai, cirri-ciri dan sifat pemimpin itu sendiri. Akan tetapi menurut teori ini, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan dari kemampuan yang dimilikinya. Kelemahan teori sifat adalah terlalu bersikap deskriptif, dan tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan.
            b. Teori Perilaku
            Dasar pemikiran pada teori ini melihat kepada seorang individu ketika individu tersebut melakukan sebuah pengarahan kepada suatu kelompok kea rah pencapaian tujuan.Dalam teori perilaku, seseorang pemimpin dideskripsikan memiliki perilaku yang ramah tamah, mau berkonsultasi, membela, menerima usul, mendengarkan, dan memikirkan kesejahteraan bawahan.
            c. Teori Situasional
            Dalam teori situasional, seorang pemimpin dilihat dari perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan factor waktu dan ruang.
Arti Penting Kepemimpinan
            Pemimpin memainkan peran yang sangat penting didalam sebuah organisasi, oleh karenanya, organisasi tanpa seorang pemimpin tidak akan dapat berjalan sebagai mana mestinya, bahkan bisa berbanding terbalik dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Keterampilan seorang pemimpin yang baik dan efektif dapat membangun, mendorong, mempromosikan budaya dalam organisasi yang kuat dan akhirnya tujuan dapat tercapai.
link Wikipedia ini hanya dapat saya ambil sedikit karena hanya definisi kepemimpinan yang saya cari dari sini
dalam link ini saya mengutip sedikit karena tidak mencakup apa yang saya cari.
saya mengutip cukup banyak inti dari tulisan dalam link ini karena memang apa yang ditulis sesuai dengan apa yang akan saya tulis juga.
tulisan dalam link ini sangat singkat namun cukup jelas inti dari tulisannya, namun saya hanya mengutip sedikit saja dari sini.
Annisa Mutia
11113140
2KA11

Rabu, 29 April 2015

Pengalaman Berada didalam Suatu Kelompok (Team Work)

           Anak muda yang mempunyai semangat tinggi pasti senang apabila berada didalam suatu komuniatas yang memperlihatkan bahwa dirinya mempunyai posisi. Bukan hanya senang, tetapi juga bangga dan menambah pengalaman didalam bidang tersebut. Seperti halnya saya. Saya sebagai seorang mahasiswi sekaligus remaja muda tidak hanya ingin berdiam diri saja dirumah saat tidak ada jam di kampus atau  hanya menonton TV saja dirumah. Saya senang mengikuti berbagai komunitas atau menjadi panitia didalam acara atau kegiatan apapun. 

          Sebagai contoh, saya pernah mejadi panitia buku tahunan di sekolah saya ketika Sekolah Menengah Atas, dan kebetulan pula saya dipilih menjadi ketua dari panitia buku tahunan tersebut. Senang, bangga, antusiasme saya begitu tinggi pada saat itu sehingga bermunculan ide sana sini agar menghasilkan buku tahunan yang menarik dan dapat disukai teman-teman saya pada saat itu. Tetapi, menjadi ketua bukanlah hal yang mudah. Kita harus mengorbankan segalanya, dari mulai uang, waktu, mental, dan sebagainya. 

        Singkat cerita, pada awal pencarian photographer terbilang cukup mudah dikarenakan kebetulan teman dekat saya adalah seorang photographer dan lumayan pro dalam urusan edit-mengedit. Dari segi biaya pun tidak ada masalah yang berarti saat melakukan negosiasi harga dengan beliau. Ibaratnya, murah, aman, dan nyaman. 

            Rapat yang dilakukan terus menerus pun awalnya tidak ada masalah, sampai akhirnya kita menemukan satu masalah yang lumayan fatal, yaitu percetakan. Sebenarnya masalah sesungguhnya adalah pada dana. Dana yang terkumpul tidak sesuai dengan harapan kami saat itu yaitu cetak spiral, 120 halaman, cover tebal dan warna certakan yang contrast. Pihak percetakan pun ragu-ragu untuk menerima proyek dari kami karena takut merugikan usahanya sendiri. Tetapi beliau memberikan pilihan untuk merombak kembali format yang diinginkan agar lebih sederhana dan sesuai dengan budget yang ada ataukah mencari percetakan lain.

             Akhirnya, setelah dirundingkan dengan panitia yang lain melalui rapat yang dilakukan terus menerus dengan mengorbankan waktu, akhirnya keputusan saya sudah bulat untuk merombak saja format buku tahunan yang sebelumnya telah disepakati. Saya memberi usul kepada panitia lain untuk tetap menggunakan spiral pada buku, tetapi mengurangi jumlah halaman menjadi 100 saja,lalu cover tebal diganti dengan yang lebih tipis, dan terakhir, warna cetakan yang standart saja. Usul saya diterima oleh panitia lain dan bersyukur pihak percetakan pun menyetujuinya dan akhirnya kendala tersebut terselesaikan.  

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

     Salah satu sumber menjelaskan bahwa pengambilan keputusan dapat dibilang suatu hasil dari pemilihan suatu jalur tindakan diantara beberapa alternative yang tersedia. Ada juga yang mengatakan bahwa dilakukannya pengambilan keputusan adalah sebagai upaya untuk mengatasi suatu masalah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa pengambilan keputusan juga dapat menimbulkan resiko.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

1. Posisi/Kedudukan

              -Letak posisi: dalam hal ini apakah is pembuat keputusan, penentu keputusan ataukah staff.
  
              -Tingkatan posisi: dalam hal ini apakah is strategi,peraturan, operasional, atau teknis.

2. Masalah

        Masalah merupakan salah satu point yang menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Karena masalah dapat menjadi suatu penghalang untuk teercapainya tujuan yang merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan dan harus diselesaikan.

3. Situasi

           Situasi merupakan keseluruhan dari faktor-faktor dalam keadaan yang berkaitan satu sama lain. Yang memberikan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita buat. 

4. Kondisi

          Kondisi sendiri merupakan keseluruhan faktor-faktor dalam menentukan daya gerak, daya berbuat, ataupun kemampuan kita. 

5. Tujuan

              Tujuan merupakan salah satu hal yang penting bahkan wajib dalam sebuah organisasi. Tanpa sebuah tujuan yang jelas. Sebuah organisasi tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan dalam organisasi tentu telah ditentukan sebelum beralannya organisasi tersebut. Dan tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau objective. 

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
didalam link ini jelas saya hanya mengutip sedikit bagian saja yaitu defini dari pengambilan keputusan.

http://sering-headache.blogspot.com/2013/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
didalam link ini cukup mencakup apa yang saya cari, walaupun ada beberapa tulisan yang membuat saya agak bingung untuk mengtupnya dikarenakan bahasa yang digunakan kurang dapat saya mengerti.

Annisa Mutia
11113140
2KA11

Jenis Jenis Keputusan dalam Organisasi

     Sebelum membahas tentang inti dari tulisan yang saya buat, tentu saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi dari keputusan itu sendiri. Keputusan merupakan suatu solusi alternatif dari beberapa solusi lainnya secara sadar dengan menganalisa kemungkinan-kemungkinan dari solusi tersebut beserta resikonya.

Jenis-jenis Keputusan dalam Organisasi

1. Berdasarkan Intuisi

           Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi atau perasaan lebih kepada bersifat subyektif, yaitu mudah terkena pengaruh luar, sugesti, dan faktor kejiwaan lain.

2. Pengambilan Keputusan Rasional

             Keputusan yang satu ini bersifat rasional atau berkaitan dengan daya guna. Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional lebih baik dan bersifat obyektif.

3. Berdasarkan Fakta

       Pendapat orang banyak yang mengatakan bahwa fakta yang akurat dapat mendukung pengambilan keputusan agar hasilnya lebih baik. Ternyata tidak sepenuhnya tepat karena fakta berkaitan erat dengan data dan informasi, maksudnya adalah ketika fakta-fakta terkumpul menjadi sebuah data kemudian data tersebut diolah menjadi suatu informasi, barulah informasi yang kemudian dijadikan sebuah dasar pengambilan suatu keputusan.

4. Berdasarkan Pengalaman

           Sesuai dengan judul dari jenis ini, yaitu pengalaman, kita dapat menyimpulkan dari sana bahwa pengambilan keputusan semacam ini diambil berdasarkan pengalaman seseorang itu. Misalnya, seorang pemimpin yang sedang dalam situasi masalah, kemudian beliau mengingat suatu kejadian yang sama yang pernah beliau alami sebelumnya seperti masalah yang saat ini dia alami. nah, dari sanalah beliau belajar memperbaiki kesalahannya di masa lalu untuk mengambil keputusan yang terbaik saat ini.

5. Berdasarkan Wewenang

            Banyak sekali keputusan yang diambil karena wewenang yang dimiliki setiap orang yang menjadi pemimpin organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.

http://nurulqomariah12.blogspot.com/2013/04/jenis-jenis-keputusan-dalam-organisasi.html
didalam link ini menurut saya sudah mencakup tulisan yang hendak saya buat dan memenuhi kriteria yang saya cari sehingga saya tidak perlu mencari artikel lain lagi.

Annisa Mutia
11113140
2KA11


Jumat, 20 Maret 2015

Cara agar Manusia dapat Berkomunikasi Secara Efektif

       Berkomunikasi tentunya tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan tanpa adanya teknik tersendiri. Bisa-bisa komunikasi tersebut akan terlihat buruk dan malah jadinya tidak efektif. Maka dari itu, ada beberapa teknik yang dapat manusia lakukan agar komunikasi menjadi lebih efektif. Berikut point-point terpenting dari beberapa teknik yang bisa dilakukan guna meningkatkan kualitas berkomunikasi agar lebih efektif:

1. Berikan kesan bahwa kita antusias berbicara dengan mereka
     Seseorang akan merasa lebih dihargai ketika mereka melihat orang lain yang antusias saat berbicara kepadanya. 

2. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka
     Bahasa tubuh dan nada suara dapat memberikan penilaian bagaimana perasaan seseorang kepada kita. Dan jika kita bisa menyesuaikannya dengan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara, mereka akan meresponnya lebih positif.

3. Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang kita kagumi tentang mereka dan mengapa.
     Pendekatan semacam ini dapat dikatakan cukup efektif. Cukup katakana sejujurnya kepada mereka mengapa kita menyukai dan mengagumi mereka. Mudah.

4. Beri mereka kontak mata yang lama
     Kontak mata bukan hanya menunjukkan bahwa kita hanya focus kepada mereka yang berbicara kepada kita, tetapi juga menunjukkan bahwa kita dapat dipercaya.

5. Berikan mereka senyuman terbaik anda
     Memberikan senyuman kepada seseorang menunjukkan bahwa kehadiran mereka membawa kebahagiaan untuk kita. Selain itu, ketika seseorang mendapat senyuman dari kita, secara tidak langsung, orang tersebut akan membalas senyuman yang kita berikan sehingga dapat membangun hubungan bersama.

6. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka
     Ketika kita menyebutkan nama seseorang dengan tulus dan lebih menyentuh dibandingkan dengan orang lain yang mereka kenal, makan mereka akan berfikir bahwa kita lah yang paling berkesan dan akan menumbuhkan rasa positif.

didalam link ini artikelnya cukup memenuhi apa yang saya butuhkan sehingga cukup dengan satu alamat url saya dapat menyelesaikan tulisan ini.

Annisa Mutia
11113140
2ka11

Kamis, 19 Maret 2015

Jenis dan Proses dari Komunikasi

       Seperti yang sudah dijabarkan panjang lebar mengenai komunikasi pada tulisan sebelumnya, kali ini yang akan dibahas adalah mengenai jenis-jenis dan proses dari komunikasi. Jenis komunikasi secara teknis cukup beragam, yaitu: Komunikasi verbal, non verbal, direct communication, face to face communication, indirect communication, lisan, tulisan, intrapersonal, antarpribadi, kelompok, dan masih banyak lagi.

       Dalam jenis jenis tersebut juga didalamnya terdapat aspek-aspek. Contohnya dalam komunikasi verbal, mencakup aspek-aspek berupa perbendaharaan kata-kata, kecepatan, intonasi suara, humor, singkat dan jelas, dan waktu yang tepat. Sedangkan, untuk aspek-aspek dari komunikasi non verbal, diantaranya ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, postur tubuh, suara dan gerak isyarat.

      Yang disebut proses komunikasi adalah bagaimana seorang komunikator menyampaikan pesannya kepada seorang komunikan. Proses ini terjadi ketika adanya interaksi antara dua manusia atau lebih dan ada pesan yang disampaikan untuk memenui motif komunikasi tersebut.

         Tahapan proses komunikasi diantaranya adalah penginterpretasian, penyandian, pengiriman, perjalanan, penerimaan, penyandian balik, dan kemudian yang terakhir adalah penginterpretasian kembali.

Referensi:
http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/10/jenis-jenis-komunikasi-563927.html
tulisan dalam link ini kurang lengkap menyebutkan apa yang saya cari, namun penjelasan dari point yang ada disana cukup jelas dan dimengerti.

http://www.lusa.web.id/proses-komunikasi/
tulisan dalam link ini menyebutkan point-point yang dibutuhkan sehingga memudahkan saya untuk mengutipnya.

Annisa Mutia
11113140
2ka11

Pengertian dan Arti Penting dari Komunikasi

        Komunikasi menurut Kamus besar Bahasa Indonesia berarti pengiriman pesan kepada satu orang atau lebih yang berkaitan satu sama lain agar pesan tersebut dapat dipahami. Lain halnya dengan Oxford English Dictionary yang menyebutkan bahwa komunikasi yaitu penyampaian ataupun pertukaran ide/informasi.

           Komunikasi tentunya merupakan hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan bersosialisasi. Mengapa? Karena fungsi utama komunikasi saja sudah jelas, yaitu untuk menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi. Jadi sangat amat jelas, tanpa adanya sebuah komunikasi yang baik antar sesama manusia, kebutuhan moral dan kebutuhan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sulit untuk didapatkan.

            Hal lain yang perlu diketahui mengapa komunikasi begitu penting bagi masyarakat dalam kehidupan social adalah karena manusia sebagai pelaku komunikasi selalu bergerak dinamis. Oleh karena itu, berkat komunikasi pula, manusia dapat menyampaikan benak fikiran dan perasaan hati nuraninya yang sedang dirasakan kepada manusia lainnya. Sehingga ‘manusia’ tersebut tidak akan merasa bahwa dirinya terasingkan dan tidak merasa bahwa dia adalah manusia satu-satunya didunia ini.

Referensi:
http://www.rumahkomunikasi.com/2014/10/definisi-dan-pengertian-komunikasi.html
menurut saya, link ini cukup banyak yang bisa saya jadikan kutipan bahkan saya bisa dengan mudah mengembangkan kata-kata dari tulisan yang saya kutip pada link ini

https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/arti-penting-komunikasi/
tulisan dalam link ini cukup padat namun jelas, sehingga saya hanya bisa mengutip sedikit inti dari tulisan itu.

Annisa Mutia
11113140
2ka11